MARSELINO FERDINAN STORY: Indonesian's Treasure from Bajawa NTT

- Minggu, 18 September 2022 | 02:18 WIB
Selebrasi Marselino Ferdinan usai mencetak gol ke gawang Hongkong, Sabtu (17/9/2022). (@PSSI)
Selebrasi Marselino Ferdinan usai mencetak gol ke gawang Hongkong, Sabtu (17/9/2022). (@PSSI)

 

VICTORY NEWS SPORT - Siapa pesepakbola muda Indonesia yang saat ini paling banyak menyita perhatian publik bola di Tanah Air? Jawabannya adalah, Marselino Ferdinan.

Bungsu dari empat bersaudara berusia 17 tahun ini, selalu saja dikaitkan dengan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan salah satu Kabupaten di NTT bernama Ngada.

Namun, tak banyak yang mengetahui latar belakang Marsel -- panggilan karib Marselino -- yang berdarah campuran Ngada-NTT dan Surabaya-Jawa Timur. Berikut profil Marselino yang dihimpun sport-victorynews.id dari berbagai sumber.

                                   --- ***** ----

Marselino Ferdinan lahir di Jakarta tahun 2004 dari pasangan ayah asli Dusun Boua, Desa Ubedolumolo, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada, Provinsi NTT bernama Philipus Wio Roja Lodo. Dan ibu asli Surabaya Jawa Timur bernama Sudarwijani.

Baca Juga: KUALIFIKASI PIALA ASIA U-20: Marselino Brace dalam 10 Menit, Indonesia Cukur Hongkong 5-1

Sebetulnya, nama lengkap pemberian orangtuanya adalah Marselino Ferdinand Dhewa Kedhi. Penambahan "Dhewa Kedhi' di belakang namanya, adalah merujuk pada Adat Istiadat orang Bajawa pada umumnya. Begitu pula yang diberikan kepada ketiga kakaknya.

Pemberian nama family (kampung) dalam budaya Orang Bajawa,  selalu menggunakan media "bersin" dan nama-nama kakek-buyut. Kemungkinan "Dhewa" di belakang nama Marsel berasal dari nama ayahanda dari Papa Philipus yang bernama Moses Dhewa. Sedangkan "Khedi" tak diketahui pasti.

Baca Juga: KUALIFIKASI PIALA ASIA U-20: Indonesia Cukur Timor Leste 4-0, Vietnam Bantai Hongkong 5-1

Setahun setelah Marsel lahir, Papa dan Mamanya juga pensiun dari tempat kerja mereka berdua yaitu di PT Kereta Api Indonesia, Jakarta. Papa Philipus sehari-harinya adalah staf Divisi Umum, sedangkan Mama Ani adalah seorang pramugari kereta api.

Papa Philipus dan Mama Ani kemudian memutuskan pindah ke Surabaya bersama keempat putranya, Sadro, Ofan, Dito, dan Marsel. Di Kota Pahlawan inilah, kisah "Keluarga Bola" ini mulai terukir.

Baca Juga: Kualifikasi Asian Cup 2023; Indonesia Masuk Grup Berat

Marsel dan kakak-kakaknya ternyata mewarisi bakat sepak bola dari papa Philipus. Dari penuturan sahabat-sahabatnya di Bajawa, Papa Philipus adalah bintang sepak bola sejak masih SD.

Untuk urusan tendang bola, Papa Philipus adalah penguasa di dua desa bertetangga yaitu Desa Tanalodu dan Desa Kisanata, Kecamatan Bajawa. Bahkan, untuk anak seumurannya, Papa Philipus sudah menjadi idola ketika duduk di bangku SMP Katolik Sanjaya.

Halaman:

Editor: Stevie Johannis

Sumber: victorynews.id, Berbagai sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X