Tak Ada Gunanya Punya Skill Hebat, Tapi Mental dan Atitute Sakit

- Sabtu, 24 September 2022 | 07:53 WIB
Foto bersama Ketua Asprov PSSI NTT Chris Mboeik dan jajaran pengurus dengan Tim Sepak Bola Pelajar NTT di Samarinda. Mendapat kritik pedas, anak-anak muda NTT ini tetap ceria.  (Dok Asprov PSSI NTT)
Foto bersama Ketua Asprov PSSI NTT Chris Mboeik dan jajaran pengurus dengan Tim Sepak Bola Pelajar NTT di Samarinda. Mendapat kritik pedas, anak-anak muda NTT ini tetap ceria. (Dok Asprov PSSI NTT)

Sikap anak-anak muda berusia di bawah 17 tahun yang sudah berani beramai-ramai mendekati wasit, melancarkan protes sambil mengeluarkan kata-kata tidak pantas atas keputusan wasit, tampaknya sangat menggangu pikiran Chris Mboeik.

Baca Juga: LIGA 3 ETMC XXXI LEMBATA 2022: 5 Tim Wakil Flores Berebut 3 Tiket Semifinal, Tirosa Berburu Dua Tiket

"Bagaimana bisa kalian melakukan protes seperti itu. Kalau kita tidak ramai-ramai protes, maki-maki dia (wasit), belum tentu akan ada kartu merah. Kalian harus ingat, protes dengan cara-cara kasar begitu, malah merugikan kita. Karena kita akhirnya main dengan 10 pemain," tegas Chris saat itu.

Kepada Kevin dkk, Chris menegaskan bahwa dalam sepak bola, skill dan kemampuan bermain di atas lapangan itu penting. Tapi semua itu menjadi percuma jika atitute (sikap dan perilaku), emosi, dan mental tidak sehat. Tidak sehat bukan saja akan berdampak bagi pribadi, tapi juga akan sangat berpengaruh bagi kekompakkan tim.

Baca Juga: LIGA 3 ETMC XXXI LEMBATA 2022: Lapangan Polres 'Kubur' Keperkasaan PSN Ngada dan Impian Platina FC

Makanya jangan heran bila untuk urusan sepak bola yang notabene adalah permainan tim, pemain-pemain NTT jarang dilirik klub profesional karena dianggap pemain NTT (dan para pemain Indonesia Timur) bermasalah dalam atitute dan mental.

Kalau pun ada, maka bisa dipastikan hanya satu dua pemain. Dan pemain-pemain itu memiliki skill, atitute, dan mental yang mumpuni, layaknya seorang atlet profesional.

Baca Juga: TERHARU! Air Mata Suporter Tuan Rumah Persebata untuk Laskar Manu Meo Malaka

Sama seperti yang dimiliki Yabes Roni Malaifani di Bali United, Frengky Missa (Persija Jakarta) Alsan Sanda (Bhayangkara FC), Marselino Ferdinan (Persebaya), dan lain sebagainya.

Usai Kalah, para Pemain PS Malaka Beri Hormat kepada Suporter Persebata Lembata (FEC/Antonius Rian)

Halaman:

Editor: Stevie Johannis

Sumber: victorynews.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

INI LINK NONTON TIM PELAJAR NTT LAWAN JATIM

Kamis, 15 September 2022 | 07:42 WIB

Terpopuler

X