Tak Ada Gunanya Punya Skill Hebat, Tapi Mental dan Atitute Sakit

- Sabtu, 24 September 2022 | 07:53 WIB
Foto bersama Ketua Asprov PSSI NTT Chris Mboeik dan jajaran pengurus dengan Tim Sepak Bola Pelajar NTT di Samarinda. Mendapat kritik pedas, anak-anak muda NTT ini tetap ceria.  (Dok Asprov PSSI NTT)
Foto bersama Ketua Asprov PSSI NTT Chris Mboeik dan jajaran pengurus dengan Tim Sepak Bola Pelajar NTT di Samarinda. Mendapat kritik pedas, anak-anak muda NTT ini tetap ceria. (Dok Asprov PSSI NTT)

Chris dan jajarannya siap membereskan masalah atitute dan mental pemain-pemain NTT, sejak sang pemain masih berusia muda. Tentu dimulai dari klub-klub, sekolah sepak bola, hingga pengurus-pengurus club/askab/askot.

Baca Juga: SEJARAH BARU! Sepak Bola NTT Lolos Popnas 2023, Fatirahman Top Scorer

Tidak boleh ada lagi, pemain-pemain binaan club, askab/askot/asprov yang bergabung dalam tim NTT menunjukkan sikap-sikap negatif lainnya seperti cepat merasa puas/hebat karena skil mumpuni, tidak mampu mengontrol sikap dan emosi, serta sakit mental.

Walau kecewa, namun PSN Ngada tetap menerima kekalahan dengan lapang dada.

Kita perlu mensyukuri bahwa, dalam perhelatan Liga 3 ETMC XXXI Lembata 2022, para pemain sudah mampu mengontrol atitute dan emosi, sehingga belum ada kasus perkelahian fisik antara para pemain.

Baca Juga: LIGA 3 ETMC XXXI LEMBATA 2022: Lapangan Polres 'Kubur' Keperkasaan PSN Ngada dan Impian Platina FC

Bahkan dalam sebuah insiden, para pemain Perserond Rote Ndao secara refleks mengusir ofisial mereka sendiri yang mencoba masuk hendak menyerang wasit yang memimpin pertandingan.

Sebaliknya, yang terjadi di Lembata malah pelatih dan ofisial yang memprovokasi para pemainnya sendiri lewat aksi-aksi mereka memprotes secara vulgar keputusan wasit dan hakim garis. Bahkan ada juga melancarkan pukulan kepada wasit.

Baca Juga: LIGA 3 ETMC XXXI LEMBATA 2022: Catat Sukses Ganda, Persami Maumere Sebut Perjalanan Masih Panjang

Dan yang terbaru, para pemain kedua tim yang berjibaku di lapangan, saling respek dan biasa-biasa saja. Anak-anak muda ini tetap bertanding sportif di dalam lapangan. Tapi justru suporter dan pendukung yang tidak menerima timnya kalah lalu membuat tindakan anarkir merusak stadion. Sungguh Miris!

Halaman:

Editor: Stevie Johannis

Sumber: victorynews.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

INI LINK NONTON TIM PELAJAR NTT LAWAN JATIM

Kamis, 15 September 2022 | 07:42 WIB

Terpopuler

X